Penyakit Tulang Belakang

5 Penyakit Tulang Belakang Beserta Penyebabnya

Ada beberapa jenis penyakit tulang belakang yang perlu anda wasapadai. Jangan anggap remeh penyakit ini. Ketahui Beberapa jenis penyakitnya lengkap dalam artikel ini.

Untuk anda belum mengetahui benar tentang penyakit tulang belakang, dalam artikel ini akan dijelaskan beberapa jenis penyakit yang menyerang daerah tulang belakang bersama dengan penyebabnya. Ada sebagian yang merupakan penyakit turunan, faktor usia dan ada juga yang memang terjadi sakit pada tulang belakang yang diakibatkan oleh kebiasaan aktivitas anda sendiri yang membuat tulang belakang mengalami kelainan. Namun ada juga sebagian penyakit yang mneyerang tulang belakang karena terjadi cedera atau kecelakaan. Butuh beberapa penanganan untuk menyikapi hal tersebut. Simak uraian dibawah ini.

Penyakit Tulang Belakang

Jenis-jenis Penyakit Tulang Belakang Yang Perlu Anda Ketahui

  1. Ankylosing Spondylitis (AS)

Sakit tulang belakang yang pertama adalah penyakit ankylosing spondylitis. Untuk penyebabnya, beberapa tim didunia kesehatan masih belum banyak yang mengetahui pastinya. Namun ada beberapa penelitian menyatakan bahwa penyakit AS ini disebabkan karena faktor lingkungan dan keturunan. Jenis penyakit ini adalah sejenis arthritis karena adanya peradangan pada sendi tulang belakang dalam jangka waktu yang cukup lama.

  1. Syndrome Klippel-feil

Jenis penyakit turunan ini juga merupakan penyakit tulang belakang yang harus anda waspadai. Pasalnya untuk anda yang mengalami syndrome ini bisa mengakibatkan kelainan pada otak, sumsum tulang belakang, otot serta kelainan pada jantung. Cara menandai anda terserang syndrome klippel-feil ini adalah anda akan merasakan bahwa tulang leher menjadi sulit untuk digerakkan dan kaku, anda juga akan merasakan sakit punggung atas sebelah kanan dan kiri, intinya masih dibagian punggung. Awal mulanya penyakit ini menyerang Maurice klippel dan andre feil pada tahun 1884, sehingga munculah nama penyakitnya syndrome klippel-feil.

  1. Lordosis

Jenis penyakit ini mungkin familiar untuk anda. Ini adalah penyakit tulang belakang yang terjadi akibat kebiasaan sikap tubuh yang buruk seperti contoh, penari yang salah melakukan gerakan tarian, atau kebiasaan duduk yang salah. Kebiasaan buruk itupun mengakibatkan adanya lekukan abnormal yang terjadi pada bagian servikal tulang belakang dan pada bagian lumbar. Anda harus menggunakan penopang sebagai bentuk terapi dan mengurangi latihan fisik atau aktivitas yang membebankan pada bagian lumbar agar tulang dapat normal kembali.

  1. Kifosis

Kelainan tulang belakang kifosis ini terjadi karena kebiasaan sikap duduk yang salah, terlalu membungkuk, mengangkan benda-benda yang berat, vertebrate yang tidak bisa berkembang secara baik, diakibatkan oleh cedera, faktor usia (penuaan), dan diakibatkan karena pembentukan tulang belakang yang tidak normal pada saat masih menjadi janin. Beberapa penyebab tersebut menjadikan tulang belakang bengkok secara berlebihan. Untuk penanganannya, pasien harus menggunakan alat penopang tulang, agar tulang belakang kembali lagi secara normal.

  1. Skoliosis

Penyakit ini ditandai dengan bengkoknya tulang belakang ke samping. Penyakit tulang belakang yang satu ini disebabkan karena perkembangan tulang yang tidak normal pada saat masih didalam kandungan, kelainan pada otot atau distropi otot, kelainan pada jaringan ikat (syndrome marfan), dan adanya kerusakan pada otak (celebral palsy). Ada 2 cara penanganannya, yaitu dengan melakukan operasi dan menggunakan alat penopang tulang. Cara yang pertama ini biasanya dilakukan untuk anak-anak. Sedangkan untuk dewasa, biasanya hanya diberikan pengobatan untuk meredakan nyeri dan melakukan beberapa terapi untuk mengembalikan postur tubuh menjadi normal kembali.

Dari beberapa penyakit tulang belakang diatas, bisa disimpulkan bahwa, kelainan tulang belakang terjadi karena ada faktor kebiasaan posisi duduk atau aktivitas anda yang salah. Maka dari itu, sebaiknya lebih berhati-hati lagi dalam menjaga posisi duduk, dan mulailah rutin olahragam untuk menjaga tulang agar lebih sehat.